9 Poin Yang Menjadi Penyebab Hiperkolesterolemia

9 Poin Yang Menjadi Penyebab Hiperkolesterolemiasumber gambar: alodokter.com

Hal utama yang menjadi dasar penyebab hiperkolesterolemia ialah adanya kolesterol di dalam darah yang menumpuk sampai mencapai batas kewajaran (di atas 200 mg/dL) yang mana disertai dengan sebab tertentu membuat pembuluh darah sempit dan beresiko mengidap penyakit serangan jantung, stroke, dan jantung koroner. Sebanyak 80% kolesterol dalam tubuh diproduksi oleh liver menurut laman honestdocs.id. Adapun sisanya sebanyak 20% terkandung dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari. Inilah alasan mengapa kita tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sembarangan atau tidak sehat. Berikut beberapa yang menjadi penyebab lain dari penyakit ini.

  1. Warisan Genetik

Bersumber dari artikel pada alodokter.com, satu hal yang tidak dapat dicegah menjadi penyebabnya adalah adanya warisan genetik atau riwayat keluarga. Baik itu penyakit yang diturunkan oleh sang ayah, ibu atau keduanya. Hal ini juga bisa dikenal sebagai familial hypercholesterolemia. Pemicu utamanya ialah terjadinya mutasi gen, seperti PCSK9, APOB, LDLRAP1, dam LDLR.

  1. Jenis Kelamin

Semakin bertambah usia seseorang maka resiko menderita penyakit ini semakin besar. Seseorang berusia lebih dari 45 tahun (laki-laiki) dan lebih dari 55 tahun (perempuan) memiliki kemungkinan besar terserang penyakit ini. Penyebab hiperkolesterolemia utama menjangkit pada perempuan menopause. Hal ini karena pada tahap ini perempuan tersebut akan mengalami peningkatan kadar LDL sehingga berpeluang memiliki penyakit jantung.

  1. Merokok

Usahakan untuk hindari rokok karena rokok tidak hanya mengancam penyakit ini tapi juga mampu menciptakan penyakit lain bahkan bisa mengalami kematian. Senyawa akrolein yang terkandung pada rokok mampu mengganggu kinerja HDL. Jika aktivitas HDL tergangu akan mempengaruhi kadar lemak jahat dalam darah meningkat sehingga arteri menjadi sempit atau dikenal sebagai aterosklerosis.

  1. Obesitas

Kelebihan berat badan (obesitas) tidak baik bagi kesehatan. Nilai IMT maksimum pada seseorang ialah 27. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan diet sehat dan rajin berolahraga.

  1. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat

Hiperkolesterolemia juga dapat menjangkit seseorang yang memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup yang dimaksud dapat dipantau dari kesehariannya, baik itu pola diet atau tingkat aktivitasnya. Diet tidak dilarang dengan syarat anda melakukan diet pola sehat. Biasakan beraktivitas setiap hari agar lemak jenuh dalam tubuh dapat terurai atau terbakar.

  1. Pola Makan

Dari segi makanan yang dikonsumsi sebaiknya perbanyak makan berserat seperti gandum utuh, buah, dan sayuran. Begitu juga yang mengandung rendah protein seperti kacang-kacangan, berbagai macam ikan, dan ayam. Batasi konsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan lemak trans yang tinggi. Hindari snack, cemilan, ataupun makanan cepat saji lainnya. Anda bingung mau makan apa jika semua dilarang? Buat amannya, anda dapat mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus, dipanggang, dioven, ataupun dibakar daripada hasil olahan penggorengan. Mengonsumsi makanan mengandung omega-3 juga membuat kadar LDL menurun. Contohnya alpukat, makarel, salmon, kacang walnut, dan kacang almond.

  1. Olahraga

Rutinlah berolahraga agar kondisi tubuh tetap terjaga. Dianjurkan untuk berolahraga minimal 30 menit setiap harinya. Hal ini karena apabila kurang berolahraga menyebabkan LDL akan menumpuk di arteri sehingga tidak heran apabila terjadi penyempitan atau penyumbatan setelahnya.

  1. Alkohol

Sesuai dengan laman klikdokter.com, dianjurkan bagi anda untuk tidak mengonsumsi alkohol berlebihan. Adanya alkohol mampu membuat kadar asam laktat di dalam darah meningkat. Peningkatan asam laktat akan menghambat lemak jahat keluar dari tubuh.

  1. Penyakit Bawaan

Bagi anda yang menderita penyakit diabetes, ginjal, hipotiroidisme, tekanan darah tinggi disarankan berhati-hati karena peluang terbesar penyakit ini karena memiliki penyakit penyerta seperti itu. Penyakit penyerta akan beresiko meningkatkan pembentukan kolesterol yang tinggi.

Jika anda memiliki gejala-gejala seperti sesak napas, sakit kaki dan tangan, nyeri sendi, jantung sering berdebar, sering kesemutan, muntah dan mual, pusing, dan otot mudah lelah sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter. Agar nanti dokter melakukan tes kolesterol untuk diagnosisnya. Hal ini karena bisa jadi anda mengalami penyakit ini. Anda juga disarankan untuk menghindari 9 poin di atas yang menjadi penyebab hiperkolesterolemia. Ingatlah semboyan “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”. Salam sehat!